Kamis, Juli 23, 2009

Pagi Yang Tak Biasanya



Pagi yang tidak biasanya
Rinai gerimis nan tipis menutup kabut yang kerap datang
Hai, lihatlah, birunya langitpun nampak pucat terselimut awan
Pagi yang tak biasanya ini
Mataharipun serasa malas untuk bersinar
Mungkin dinginnya malam kemaren masih terasa panjang
Mungkin mimpi mimpi semalam belum seharusnya usai
Pagi ini memang tak biasanya
Lembutnya gerimis bak selimut yang enggan tuk disibakkan

Rabu, Juli 22, 2009

Anak anak, bola yang menggelinding





Ya, anak-anak adalah bola bola warna warni
Tak jarang mereka lari menggelinding jauh dari jangkauan
Kita bisa kumpulkan mereka, dalam wadah cinta yang kau sebut keluarga
Tapi kadang mereka lepas saat kita menggenggamnya erat…

Ya, bola bola warna warni itu adalah dunia mereka
Kita tak bisa paksakan warna tuk menjadi favorit mereka
Biru yang kita pilihkan, jangan kecewa bila hijau yang mereka suka

Anak anak itu, bagaimanapun kalian adalah buah hatiku
Karena kau punya masa dan waktu sendiri,
Kami tak bisa paksakan masa dan waktu yang pernah kami alami
Dimasa kanak kanak kami dulu

Ya, anak anak itu adalah bola bola yang mencari arah
Berlarilah jauh sejauh anganmu
Menggelindinglah, berpantullah, sebagaimana hatimu berkata
Kami hanya pastikan kalian berpencar dalam garis yang benar

Bila lelah dan peluhmu telah mulai membasah
Bila kaki kaki kecilmu butuhkan belaian dan pijitan lembut
Pulanglah,
Disini ada sebuah ruang yang pintunya selalu terbuka untuk kalian
Yang tak henti-henti dipenuhi doa-doa keselamatan

Ya, anak anakku sayang,
Diruang itu ada aku ayahmu, dan ibumu yang selalu menunggumu…

Kau, Perempuan Itu



Mungkin kau tak secantik Sitti Zulaikha
Bukan karena itu aku memilihmu mengarungi bahtera cinta
Bagiku kau laksana bidadari bermata seindah berlian
Lembut hatimu cukup menjadikanmu cantik dimataku..

Mungkin kau tak sesabar Sitti Hajar
Tapi bersamaku kita akan belajar bersama tentang arti kesabaran
Cukup kuat mengarungi perbedaan yang tak jarang menghantam
Telah menjadikanmu sebagai perempuan tangguh dimataku

Mungkin kau tak sesholihah Sitti Asiah
Bersamaku kita bisa jadikan cinta sebagai alasan untuk mengenal-Nya
Ada banyak alasan bagiku menjadikanmu tampak sempurna dimataku
Karena tulusmu, aku serasa takluk untuk tetap mencintaimu..

Karena aku mencintaimu dan kau mencintaiku
Kuharap kaupun menerima aku apa adanya,
Sebagaimana aku yang tak menuntut lebih padamu


Kamis, April 02, 2009

Masih Menanti


Menanti,
Antara harapan dan cemas, takut kau datang saat aku tak siap
Tapi takut pula kau tinggalkan, sedang aku masih menanti....

Menanti adalah penantian
Berharap adalah harapan dan doa
Semoga saat kau datang,
Hadirmu seperti mimpi, sama persis, dan indah
Bukan kegelisahaan atau rasa kecewa....

Aku masih menanti,
Barangkali memang ada kabar hari ini...

Jumat, Desember 19, 2008

Bukan Karena Cinta


Esok,
Bila memang ada masa aku dipertemukan denganmu lagi
Bila memang takdirnya ada kesempatan kedua
Aku telah persiapkan rangkain kata itu untukmu
Harusnya untuk ‘kita’

Kau tak akan menyangka
Sebagaimana aku yang tak pernah mengira
Ternyata Cinta saja tak bisa menjadi alasan….

Barangkali Cinta ....


Barangkali kau katakan itu bukan cinta
Barangkali kau pikir ini hanya sebuah rasa yang esok kan juga sirna
Kau mengingkari
Akupun tak pernah mengakui…

Sepuluh tahun masa itu telah lewat, dan kita tak pernah jumpa lagi
Tapi ada yang tak pernah bisa didustai disini
Tentang rasa itu, yang entah apa namanya
Yang kau dan aku bersikukuh tak mau membicarakannya…

Kaukah itu?
Barangkali tidak, karena kita tidak hidup dimasa itu lagi…

Prolog

Salam jumpa…!
Senangnya membuka cakrawala dengan hari baru
Memulai sesuatu yang baru adalah ‘unik’,
sesuatu yang unik akan memberikan kesan tersendiri
Seperti memulai Blog ini, adalah fase yang menarik…
Semoga akan banyak inspirasi yang bisa menetas dikemudian hari